Chapter 1 PROSES KOMUNIKASI DATA
A.     PENGENALAN PROSES KOMUNIKASI DATA
Proses komunikasi data computer adalah perpindahan data suatu computer sumber (transmitter) ke computer tujuan (receiver) yang melewati suatu media penghantar dalam bentuk bit-bit. Salah satu contoh dari proses komunikasi data computer adalah video conference pada kkomputer, dimana suara dan video yang dihantar harus terlebih dahulu dirubah dalam bentuk kumpulan bit-bit sebelum memasuki media penghantaran untuk dikomunikasikan.
Dunia dewasa ini lebih dikuasai oleh mereka yang menguasai informasi (‘The Third Wave’-Alvin Toffler, 1991). Negara atau individu yang menguasai informasi akan dapat membuat kerja dengan lebih produktif, baik, tepat dan membuka inovasi-inovasi baru. Penggunaan internet misalnya telah meningkat atau membawa perubahan kepada kemampuan komunikasi manusia dan meningkatkan untuk mendapatkan begitu banyak informasi. Contoh aplikasi komunikasi data, antara lain:
·         Mengeluarkan uang dari mesin ATM di tempat yang jauh dan telebanking.
·         Pembayaran rekening air, listrik dan telepon (telebanking).
·         Pembayaran gaji karyawan.
·         Internet (surat elektronik/e-mail, informasi/www, pertukaran file/ftp).
·         Contoh Proses Komunikasi Data Pada Komputer.

B.     PERKEMBANGAN KOMUNIKASI DATA
1.    Tahun 1837, Samuel Morse mempatenkan system telegraph.
2.    Tahun 1860, Pony Express membuat system yang lebih murah biaya disbanding telegraph dan yang dihantarkan hanya juruf dan angka.
3.    Tahun 1876, Alexander Graham Bell mempatenkan system telepon.
4.    Tahun 1919, dunia menyetujui pemakaian telepon secara automatis.
5.    Tahun 1800-an, signal yang dihantar menggunakan media kawat tembaga, menimbulkan masalah dalam pemasangan kawat, sehingga dipikirkan cara untuk mengurangi penggunaan kawat.
6.    Penelitian awal dalam masalah ini dilakukan, seperti Joseph Henry dengan penelitian ‘oscillations’ berfrekuensi tinggi dan Heinrich Hertz dengan gelombang elektromagnetik.
7.    Tahun 1962, USA telah melancarkan system Teistar (satelit komunikasi).
8.    Tahun 1970, percobaan wireless oleh IBM.
9.    Thun 1983, Telkom memperkenalkan Datel (Data Over Telephone Line), pengguna dapat menggunakan PSTN (Public Switched Telephone Network) untuk komunikasi data.
10. Tahun 1990, penyebaran internet ke seluruh dunia.
11. Tahun 1990, pemasaran produk wireless.
12. Tahun 1993, pemakaian ISDN (Integrated Services Digital Network) diperkenalkan.
13. Tahun 1994, Telkom mulai memasang ATM dan menyatkan dengan teknologi SDH (Synchronous Digital Hierarchy) untuk video conference seperti multimedia interaktif.
14. Tahun 1994, pemasyarakatan Internet dan beberapa tahun kemudian (sekitar tahun 1997) dibangunnya Backbone Indosatnet untuk melayani pengguna.



Chapter 2 TOPOLOGI KOMUNIKASI
A.     TOPOLOGI JARINGAN
Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 6 kategoru utama seperti di bawah ini.
Beberapan topologi jaringan sebagai sarana komunikasi adalah sebagai berikut :
1.   Topologi Bintang
Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
a)    Kelebihan
·         Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
·         Tingkat keamanan termasuk tinggi.
·         Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
·         Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
·         Akses control terpusat.
·         Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
·         Paling fleksibel.

b)    Kekurangan
·         Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
·         Boros dalam pemakaian kabel.
·         HUB jadi elemen kritis karena control terpusat.
·         Peran hub sangat sensitive sehingga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down
·         Jaringan tergantung pada terminal pusat.
·         Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
·         Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.

2.   Topologi Cincin
Topologi cincin (ring) adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
Pada topologi cincin, masing-masing titik/node berfungsi sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal disepanjang sirkulasinya, artinya masing-masing perangkat saling bekerjasama untuk menerima sinyal dari perangkat sebelumnya kemudian meneruskannya pada perangkat sesudahnya, proses menerima dan meneruskan sinyal data ini dibantu oleh TOKEN.
TOKEN berisi informasi bersamaan dengan data yang berasal dari computer sumber, token kemudian akan melewati titik/node dan akan memeriksa apakah informasi data tersebut digunakan oleh titik/node yang bersangkutan, jika ya, maka token akan memberikan data yang diminta oleh node untuk kemudian kembali berjalan ke titik/node berikutnya dalam jaringan. Jika tidak maka token akan melewati titik/node sambil membawa data menuju ke titik/node berikutnya. Proses ini akan terus berlangsung hinggasinyal data mencapai tujuannya.
Dengan cara kerja seperti ini maka kekuatan sinyal dalam aliran data dapat terjaga. Kemampuan sinyal data dalam melakukan perjalanan disepanjang lingkaran adalah hal yang sangat vital dalam Topologi cincin.
Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jan dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan. Topologi ring dipergunakan dalam jaringuhkan saat computer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah banyak.
a)    Kelebihan
·         Mudah untuk dirancang dan diimplementasikan
·         Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus, bahkan untuk aliran data yang berat sekalipun.
·         Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru.
·         Mudah untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam jaringan karena menggunakan konfigurasi point to point.
·         Hemat kabel.
·         Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada suatu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data.

b)    Kekurangan
·         Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan cincin ganda (dual ring).
·         Pengembangan jaringan lebih kaku, karena memindahkan, menambah dan mengubah perangkat jaringan dan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
·         Kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada jaringan.
·         Lebih sulit untuk dikonfigurasi daripada Topologi bintang.
·         Dapat terjadi collision (dua paket data tercampur).
·         Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles.

3.   Topologi Bus
Topologi bus merupakan topologi yang banyak digunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka computer atau perangkat jaringan lainnya bias dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
Kesulitan utama dari penggunaan kabel sepaksi adalah sulit untuk mengukur apakah kabel sepaksi yang digunakan benar-benar cocok atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang digunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya.
Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu kabel yang menggunakan kabel BNC.
Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering di hadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relative sederhana dan jika sallah satu node putus maka akan menggangu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
A)   Kelebihan
·         Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa menggangu workstation lain.
·         Hemat kabel.
·         Layout kabel sedrhana.

B)   Kekurangan
·         Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
·         Kepadatan pada jalur lalu lintas.
·         Diperlukan repeater untuk jarak jauh

4.   Topologi Jala (Mesh)
Topologi Jala atau Mesh adalah suatu bnetuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port I/O ports.
Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) computer akan dihubungkan dalam bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar computer dapat berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan masing-masing computer harus memiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port
Dengan bentuk hubungan seperti itu, topologi mesh memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
·         Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke computer tujuan tanpa harus melalui computer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan computer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
·         Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada konkeksi computer AS dengan computer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi computer A dengan computer lainnya.
·         Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua computer tidak akan dapat oleh computer lainnya.
·         Memudahkan proses identifikasi permasalah pada saat terjadi kerusakan koneksi antar computer.

Meskipun demikian, topologi mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan yang dapat dicatat yaitu:
·         Membutuhkan banyak kabel dan port I/O, semakin banyak computer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus perhitungan kebutuhan kabel dan Port).
·         Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * karena setiap computer harus terkoneksi secara langsung dengan computer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
·         Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat computer-komputer tersebut berada.

Berdasarkah kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada computer-komputer utama dimana masing-masing computer utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengan topologi yang berbeda (hybrid network).

5.   Topologi Pohon
Topoloi pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang di hubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Computer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.
Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada system jaringan computer.
Keunggulan jaringan pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan  pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan ,serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualn. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relative menjadi lambat. Jeremah joel, topologi ini menggunakan banyak kabel dan di Backbone [Kabel terbawah] merupakan pusat dari topologi ini
6.     Topologi Linier
     Jaringan computer dengan topologi runtut (linerar topology) biasa disebut dengan topologi bus beruntut, tata letak ini termasuk tata letak umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik (computer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut penyambung-T dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator).
     Penyambuing yang digunakan bejenis BNC (British Naval Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan dari topologi bus beruntut ini sangat sederhana dan murah tetapi sebanyaknya hanya dapat terdiri dari 5-7 komputer.
1.    Penyambung kabel BNC digunakan untuk menghubungkan kabel ke penyambung –T
2.    Penyambung-T BNC digunakan untuk menghubungkan kabel ke computer.
3.    Penyambung tabung BNC (BNC barrel connector) digunakan untuk menyambung 2 kabel BNC.
4.    Penamat BNC digunakan untuk menandai akhir dari topologi bus.

a)    Kelebihan
·         Hemat kabel
·         Tata letak kabel sederhana
·         Mudah dikembangkan
·         Tidak butuh kendali pusat
·         Penambahan maupun pengurangan penamat dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan
b)    Kekurangan
·         Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
·         Kepadatan lalu lintas tinggi
·         Keamanan data kurang terjamin
·         Kecepatan akan menurun apabila jumlah pemakai bertambah
·         Diperlukan pengulang (repeater) untuk jarak jauh



Chapter 3 PERANGKAT KOMUNIKASI
A.     PERANGKAT KOMUNIKASI DATA
Dalam system komunikasi data dikenal beberapa macan perangkat keras:
1.    Terminal
2.    Komputer
3.    Transmission Lines
4.    Modem
5.    Multiplexer
6.    Concentrator (pengumpul)
Tiap-tiap perangkat keras mempunyai tugasnya masing-masing dan berkarakteristik khas. Untuk mendapatkan system komunikasi data yang baik sifat tiap hardware harus diketahui juga kemampuannya sehingga tiap komponen saling bekerja sama.

1.   Terminal
Merupakan alat yang melayani proses I/O, jadi merupakan penghubung antara manusia dengan mesin. Pemilihan terminal ditentukan oleh kebutuhan pada saat ini dan melihat perkembangan di masa dating.
Peralatan yang digunakan untuk melakukan interaksi didalam jaringan computer dibedakan atas:
a)    DCE (Data Circuit Terminatin Equipment):
Peralatan digunakan untuk menyalurkan informasi antar lokasi dan biasanya langsung tersambung pada saluran komunikasi atau system tranismisi.
b)    DTE (Data Terminal Equipment):
Peralatan tempat informasi masuk dan keluar dari bagi pemakai maupun computer.
Singkatan
Keterangan
Fungsi
TD
Transmit Data
Untuk mengirim data serial (TDX)
RD
Receive Data
Untuk menerima data serial (RDX)
RTS
Request To Send
Sinyal untuk menginformasikan modem bahwa UART siap melakukan pertukaran data
CTS
Clear To Send
Digunakan untuk memberitahukan bahwa modem siap untuk melakukan pertukaran data
DSR
Data Set Ready
Memberitahukan UART bahwa modem siap untuk melakukan pertukaran data
CD
Carrier Detect
Saat modem mendeteksi suatu “carrier” dari modem lain maka sinyal ini akan diaktifkan
DTR
Data Terminal Ready
Kebalikan dari DSR untuk memberitahukan bahwa UART siap melakukan hubungan komunikasi
RI
Ring Indicator
Akan aktif jika modem mendeteksi adanya sinyal dering dari saluran telepon
DTE dalam menyampaikan datanya ke DCE akan menggunakan salah satu cara di bawah ini :

a)    Asinkron
            Dengan penggunaan start/stop bit. Umum digunakan untuk terminal yang menerima data dalam bentuk karakter dan yang laangsung berhubungan dengan manusia. Kecepatannya biasanya tidak begitu tinggi.
b)    Sinkron
            Blok data akan dikirimkan setelah terjadi sinkronisasi antara pengirim dan penerima. Blok data umumnya berupa berita (teks) yang terdiri atas sejumlah karakter. Kecepatannya tinggi.
c)    Paket
            Data dikirimkan dalam bentuk paket yang terdiri atas sejumlah bit yang telah ditentukan banyaknya. Sinkronisasi yang perlu dilakukan hanyalah untuk menentukan awal dan akhir arus bit. Data merupakan arus bit dan bukan arus karakter. Kecepatannya tinggi. Terminal ini digunakan bila computer disambungkan ke jaringan data (data network).

2.   Komputer
      Komputer atau prosessor yang dibutuhkan untuk system komunikasi data berbedan dengan prosesor untuk pengolah data. Banyak computer dapat melayani kegiatan komunikasi data, asal saja perangkat keras dapat mengambil alih tugas yang kurang dapat dikerjakan secara efisien oleh prosesor tsb. Kebutuhan utama prosesor pada komunikasi data ialah mengolah data yang dating secara cepat dalam system real-time.

3.   Transmission Lines
      Supaya data dapat diterima oleh penerima diperlukan suatu media untuk membawa data tersebut. Medium tersebut dinamakan Saluran Transmisi (transmission Lines). Pada dasarnya system transmisi dapat membawa data secara listrik atau elektro optic dan melalui satu kanal telekomunikasi. Kanal telekomunikasi merupakan saluran yang dipergunakan untuk membawa data dari sumber ke penerima.

4.   Modem
      Singkatan dari Modulator – Demodulator, sesuai dengan fungsinya yaitu melakukan modulasi (merubah pulsa biner menjadi sinyal analog) dan demodulasi. Dalam komunikasi data selalu diperlukan sepasang modem yang masing-masing dipasang di pemancar dan penerima.
Beberapa standard yang digunakan pada modem:
·         V.21 Kecepatan 300bps, menggunakan 2-kawat dengan modulasi FSK
·         V.22 Kecepatan 1200bps, menggunakan 4-PSK, 2 kawat
·         V.22 bis kecepatan 1200 dan 2400bps, 2 kawat dengan modulasi 4-DSPK, 16-QAM
·         V.23 1200bps, FSK, 2 wire HDX, 2 wire
·         V.26 2400bps, 4-PSK, 4 wire
·         V.27 4800bps, 8-PSK, 4 wire
·         V.29 9600bps, 16QAM, 4 wire
·         V.32 9600bps, 32QAM/trellis, 2 wire
·         V.32 bis 14400bps, 48QAM, 4 wire
·         V.32 terbo 19, 200bps 256QAM, 4 wire
·         V.33 14, 400, 128 QAM (trellis), 4 wire
·         V.34 28, 800bps, 4096 QAM, 4 wire

5.   Multiplexer
      Penggabungan 2 sinyal atau lebih untuk disalurkan ke satu saluran komunikasi data sehingga terjadi efisiensi penggunaan saluran komunikasi.
Dua macam teknik multiplexing yang umum digunakan:
a)    Frequency Division Multiplexing (FDM)
b)    Time Division Multiplexing (TDM)
Beberapa alas an penggunaan multiplex:
·         Menghemat biaya penggunaan saluran komunikasi
·         Memanfaatkan sumber daya (resources) seefisien mungkin
·         Kapasitas terbatas dari saluran komunikasi digunakan semaksimum mungkin
·         Karakteristik permintaan kokmunikasi pada umumnya memerlukan penyaluran data dari beberapa terminal ke titik yang sama

6.   Concentrator
      Merupakan antar muka sejumlah terminal dengan saluran ke computer pusat. Digunakan sebagai pengganti ataupun bersama-sama dengan multiplexer. Data yang diterima dikumpulkan dalam jumlah tertentu, baru kemudian disalurkan secara bersamaan ke tujuan. Sehingga Concentrator dapat membebaskan saluran komunikasi dari lalu lintas yang tidak bermanfaat, dan membebaskan computer dari semua kegiatan yang berhubungan dengan penyaluran berita tanpa salah (Error Free Messages).
      Concentrator menampung sinyal dari beberapa sumber dan menyalurkannya melalui saluran komunikasi bila saluran tersebut bebas. Data ditampung terlebih dahulu sebelum dikirim keluar. Data yang ditampung diproses terlebih dahulu sebelum dikirim keluar. Sekarang STDM banyak melakukan tugas Concentrator yang amat bermanfaat ialah kemampuan mendukung protocol yang mengikuti model OSI. Tugas Concentrator:




a.    Line Servicing
Membentuk hubungan, identifikasi terminal, menentukan kecepatan dan pelayanan yang dibutuhkan serta polling. Concentrator melakukan polling hingga address tujuannya dapat diberikannya sendiri dan tidak perlu dari host. Dengan cara ini host tidak perlu secara langsung berhubungan dengan terminal. Concentrator hanya mengirimkan informasi yang penting saja ke host. Untuk berita ke host, Concentrator akan menggabungkannya dengan berita lain yang bertujuan sama. Berita dari terminal ke terminal yang berada dalam daerah operasi concentrator akan dilayaninya sendiri. Concentrator dapat melakukan fungsi store dan forward

b.    Konversi kecepatan dan kode
Dalam jaringan komunikasi data terdapat berbagai macan terminal yang beroperasi dengan berbagai kecepatan dan format kode. Concentrator dapat mendeteksi sinyal masuk dan mengetahui kecepatannya. Kode dan kecepatannya akan dikonversikan sesuai dengan kebutuhan baik untuk komunikasi antar terminal maupun ke host.

c.    Meratakan traffic
Karena adanya memory yang dapat digunakan untuk menyimpan data. Concentrator dapat meratakan traffic dalam arti menggunakan salruna secara effisien. Mode store and forward berguna untuk hal ini karena tiap terminal tetap dapat mengirimkan datanya walaupun pihak yang ditujunya masih sibuk. Data yang dikirimkan akan disimpan untuk sementara waktu dan dikirimkan ke tujuan bilamana tempat yang dituju bebas.

d.    Error control
Data yang masuk dapat diperiksa keandalannya dan juga pemberian kode untuk pengiriman data ke host computer. Ia dapat melayani permintaan pengulangan pengiriman data karena adanya kesalahan kegiatan ini dapat dilakukan guna membebaskan host computer dari tugas-tugas ini yang cukup memerlukan processing time.



DAFTAR PUSTAKA