Chapter 1 PROSES KOMUNIKASI DATA
A.
PENGENALAN PROSES KOMUNIKASI DATA
Proses komunikasi data computer adalah perpindahan data
suatu computer sumber (transmitter) ke computer tujuan (receiver) yang melewati
suatu media penghantar dalam bentuk bit-bit. Salah satu contoh dari proses
komunikasi data computer adalah video conference pada kkomputer, dimana suara
dan video yang dihantar harus terlebih dahulu dirubah dalam bentuk kumpulan bit-bit
sebelum memasuki media penghantaran untuk dikomunikasikan.
Dunia dewasa ini lebih dikuasai oleh mereka yang
menguasai informasi (‘The Third Wave’-Alvin Toffler, 1991). Negara atau
individu yang menguasai informasi akan dapat membuat kerja dengan lebih
produktif, baik, tepat dan membuka inovasi-inovasi baru. Penggunaan internet
misalnya telah meningkat atau membawa perubahan kepada kemampuan komunikasi
manusia dan meningkatkan untuk mendapatkan begitu banyak informasi. Contoh
aplikasi komunikasi data, antara lain:
·
Mengeluarkan uang
dari mesin ATM di tempat yang jauh dan telebanking.
·
Pembayaran rekening
air, listrik dan telepon (telebanking).
·
Pembayaran gaji
karyawan.
·
Internet (surat
elektronik/e-mail, informasi/www, pertukaran file/ftp).
·
Contoh Proses Komunikasi
Data Pada Komputer.
B.
PERKEMBANGAN KOMUNIKASI DATA
1. Tahun 1837, Samuel Morse mempatenkan system telegraph.
2. Tahun 1860, Pony Express membuat system yang lebih murah
biaya disbanding telegraph dan yang dihantarkan hanya juruf dan angka.
3. Tahun 1876, Alexander Graham Bell mempatenkan system
telepon.
4. Tahun 1919, dunia menyetujui pemakaian telepon secara
automatis.
5. Tahun 1800-an, signal yang dihantar menggunakan media
kawat tembaga, menimbulkan masalah dalam pemasangan kawat, sehingga dipikirkan
cara untuk mengurangi penggunaan kawat.
6. Penelitian awal dalam masalah ini dilakukan, seperti
Joseph Henry dengan penelitian ‘oscillations’ berfrekuensi tinggi dan Heinrich
Hertz dengan gelombang elektromagnetik.
7. Tahun 1962, USA telah melancarkan system Teistar (satelit
komunikasi).
8. Tahun 1970, percobaan wireless oleh IBM.
9. Thun 1983, Telkom memperkenalkan Datel (Data Over
Telephone Line), pengguna dapat menggunakan PSTN (Public Switched Telephone
Network) untuk komunikasi data.
10. Tahun 1990, penyebaran internet ke seluruh dunia.
11. Tahun 1990, pemasaran produk wireless.
12. Tahun 1993, pemakaian ISDN (Integrated Services Digital
Network) diperkenalkan.
13. Tahun 1994, Telkom mulai memasang ATM dan menyatkan
dengan teknologi SDH (Synchronous Digital Hierarchy) untuk video conference
seperti multimedia interaktif.
14. Tahun 1994, pemasyarakatan Internet dan beberapa tahun
kemudian (sekitar tahun 1997) dibangunnya Backbone Indosatnet untuk melayani
pengguna.
Chapter 2 TOPOLOGI KOMUNIKASI
A.
TOPOLOGI
JARINGAN
Topologi jaringan
adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar
penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan dapat
dibagi menjadi 6 kategoru utama seperti di bawah ini.
Beberapan
topologi jaringan sebagai sarana komunikasi adalah sebagai berikut :
1.
Topologi Bintang
Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang
berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi
jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
a) Kelebihan
·
Kerusakan pada satu saluran
hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
·
Tingkat keamanan termasuk
tinggi.
·
Tahan terhadap lalu lintas
jaringan yang sibuk.
·
Penambahan dan pengurangan
station dapat dilakukan dengan mudah.
·
Akses control terpusat.
·
Kemudahan deteksi dan
isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
·
Paling fleksibel.
b) Kekurangan
·
Jika node tengah mengalami
kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
·
Boros dalam pemakaian kabel.
·
HUB jadi elemen kritis
karena control terpusat.
·
Peran hub sangat sensitive
sehingga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down
·
Jaringan tergantung pada
terminal pusat.
·
Jika menggunakan switch dan
lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
·
Biaya jaringan lebih mahal
dari pada bus atau ring.
2. Topologi Cincin
Topologi cincin (ring) adalah topologi jaringan berbentuk
rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian
sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
Pada topologi cincin, masing-masing titik/node berfungsi
sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal disepanjang sirkulasinya, artinya
masing-masing perangkat saling bekerjasama untuk menerima sinyal dari perangkat
sebelumnya kemudian meneruskannya pada perangkat sesudahnya, proses menerima
dan meneruskan sinyal data ini dibantu oleh TOKEN.
TOKEN berisi informasi bersamaan dengan data yang berasal
dari computer sumber, token kemudian akan melewati titik/node dan akan
memeriksa apakah informasi data tersebut digunakan oleh titik/node yang
bersangkutan, jika ya, maka token akan memberikan data yang diminta oleh node
untuk kemudian kembali berjalan ke titik/node berikutnya dalam jaringan. Jika
tidak maka token akan melewati titik/node sambil membawa data menuju ke titik/node
berikutnya. Proses ini akan terus berlangsung hinggasinyal data mencapai
tujuannya.
Dengan cara kerja seperti ini maka kekuatan sinyal dalam
aliran data dapat terjaga. Kemampuan sinyal data dalam melakukan perjalanan
disepanjang lingkaran adalah hal yang sangat vital dalam Topologi cincin.
Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu
jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini
dengan mengirim data searah jarum jan dan berlawanan dengan arah jarum jam
secara bersamaan. Topologi ring dipergunakan dalam jaringuhkan saat computer
yang terhubung ke jaringan dalam jumlah banyak.
a) Kelebihan
·
Mudah untuk dirancang dan
diimplementasikan
·
Memiliki performa yang lebih
baik daripada topologi bus, bahkan untuk aliran data yang berat sekalipun.
·
Mudah untuk melakukan
konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru.
·
Mudah untuk melakukan
pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam jaringan karena menggunakan
konfigurasi point to point.
·
Hemat kabel.
·
Tidak akan terjadi tabrakan
pengiriman data (collision), karena pada suatu waktu hanya satu node yang dapat
mengirimkan data.
b) Kekurangan
·
Peka kesalahan, sehingga
jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh
jaringan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan cincin ganda
(dual ring).
·
Pengembangan jaringan lebih
kaku, karena memindahkan, menambah dan mengubah perangkat jaringan dan
mempengaruhi keseluruhan jaringan.
·
Kinerja komunikasi dalam
jaringan sangat tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada jaringan.
·
Lebih sulit untuk
dikonfigurasi daripada Topologi bintang.
·
Dapat terjadi collision (dua
paket data tercampur).
·
Diperlukan penanganan dan
pengelolaan khusus bandles.
3.
Topologi Bus
Topologi bus merupakan topologi yang banyak digunakan
pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector
(dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka computer atau perangkat
jaringan lainnya bias dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
Kesulitan utama dari penggunaan kabel sepaksi adalah
sulit untuk mengukur apakah kabel sepaksi yang digunakan benar-benar cocok atau
tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC
(network interface card) yang digunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat,
tidak mencapai kemampuan maksimalnya.
Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri
sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya.
Jaringan hanya terdiri dari satu kabel yang menggunakan kabel BNC.
Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan
maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering di hadapi adalah
kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relative
sederhana dan jika sallah satu node putus maka akan menggangu kinerja dan
trafik seluruh jaringan.
A) Kelebihan
·
Pengembangan jaringan atau
penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa menggangu
workstation lain.
·
Hemat kabel.
·
Layout kabel sedrhana.
B) Kekurangan
·
Bila terdapat gangguan di
sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
·
Kepadatan pada jalur lalu
lintas.
·
Diperlukan repeater untuk
jarak jauh
4.
Topologi Jala (Mesh)
Topologi
Jala atau Mesh adalah suatu bnetuk hubungan antar perangkat dimana setiap
perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam
jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi
langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated
links).
Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar
perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak
n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat
lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki
sebanyak n-1 Port I/O ports.
Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa
apabila sebanyak 5 (lima) computer akan dihubungkan dalam bentuk topologi mesh
maka agar seluruh koneksi antar computer dapat berfungsi optimal, diperlukan
kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan masing-masing computer
harus memiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port
Dengan bentuk hubungan seperti itu, topologi mesh
memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
·
Hubungan dedicated links
menjamin data langsung dikirimkan ke computer tujuan tanpa harus melalui
computer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus
untuk berkomunikasi dengan computer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
·
Memiliki sifat Robust, yaitu
Apabila terjadi gangguan pada konkeksi computer AS dengan computer B karena
rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak
akan memengaruhi koneksi computer A dengan computer lainnya.
·
Privacy dan security pada
topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua
computer tidak akan dapat oleh computer lainnya.
·
Memudahkan proses
identifikasi permasalah pada saat terjadi kerusakan koneksi antar computer.
Meskipun demikian, topologi
mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan yang dapat dicatat yaitu:
·
Membutuhkan banyak kabel dan
port I/O, semakin banyak computer di dalam topologi mesh maka diperlukan
semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus perhitungan kebutuhan
kabel dan Port).
·
Hal tersebut sekaligus juga
mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * karena setiap computer harus
terkoneksi secara langsung dengan computer lainnya maka instalasi dan
konfigurasi menjadi lebih sulit.
·
Banyaknya kabel yang
digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan
tempat computer-komputer tersebut berada.
Berdasarkah kelebihan dan
kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada computer-komputer
utama dimana masing-masing computer utama tersebut membentuk jaringan
tersendiri dengan topologi yang berbeda (hybrid network).
5.
Topologi Pohon
Topoloi pohon adalah
kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini
terdiri atas kumpulan topologi bintang yang di hubungkan dalam satu topologi
bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone.
Computer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai
jalur tulang punggung.
Topologi jaringan ini
disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya
digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk
hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin
keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok
digunakan pada system jaringan computer.
Keunggulan jaringan pohon
seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan
dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan ,serta pada
kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualn. Adapun kelemahannya adalah, apabila
simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang
berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan
pohon ini relative menjadi lambat. Jeremah joel, topologi ini menggunakan
banyak kabel dan di Backbone [Kabel terbawah] merupakan pusat dari topologi ini
6. Topologi Linier
Jaringan computer dengan
topologi runtut (linerar topology) biasa disebut dengan topologi bus beruntut,
tata letak ini termasuk tata letak umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap
titik (computer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut penyambung-T
dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator).
Penyambuing yang digunakan bejenis BNC
(British Naval Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah
nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel
Sepaksi Thinnet). Pemasangan dari topologi bus beruntut ini sangat sederhana
dan murah tetapi sebanyaknya hanya dapat terdiri dari 5-7 komputer.
1. Penyambung kabel BNC digunakan untuk menghubungkan kabel
ke penyambung –T
2. Penyambung-T BNC digunakan untuk menghubungkan kabel ke
computer.
3. Penyambung tabung BNC (BNC barrel connector) digunakan untuk menyambung 2 kabel BNC.
4. Penamat BNC digunakan untuk menandai akhir dari topologi
bus.
a) Kelebihan
·
Hemat kabel
·
Tata letak kabel sederhana
·
Mudah dikembangkan
·
Tidak butuh kendali pusat
·
Penambahan maupun
pengurangan penamat dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan
b) Kekurangan
·
Deteksi dan isolasi
kesalahan sangat kecil
·
Kepadatan lalu lintas tinggi
·
Keamanan data kurang
terjamin
·
Kecepatan akan menurun
apabila jumlah pemakai bertambah
·
Diperlukan pengulang
(repeater) untuk jarak jauh
Chapter 3 PERANGKAT KOMUNIKASI
A.
PERANGKAT
KOMUNIKASI DATA
Dalam system
komunikasi data dikenal beberapa macan perangkat keras:
1. Terminal
2. Komputer
3. Transmission Lines
4. Modem
5. Multiplexer
6. Concentrator (pengumpul)
Tiap-tiap
perangkat keras mempunyai tugasnya masing-masing dan berkarakteristik khas.
Untuk mendapatkan system komunikasi data yang baik sifat tiap hardware harus
diketahui juga kemampuannya sehingga tiap komponen saling bekerja sama.
1. Terminal
Merupakan
alat yang melayani proses I/O, jadi merupakan penghubung antara manusia dengan
mesin. Pemilihan terminal ditentukan oleh kebutuhan pada saat ini dan melihat
perkembangan di masa dating.
Peralatan
yang digunakan untuk melakukan interaksi didalam jaringan computer dibedakan
atas:
a) DCE (Data Circuit Terminatin Equipment):
Peralatan
digunakan untuk menyalurkan informasi antar lokasi dan biasanya langsung
tersambung pada saluran komunikasi atau system tranismisi.
b) DTE (Data Terminal Equipment):
Peralatan tempat
informasi masuk dan keluar dari bagi pemakai maupun computer.
Singkatan
|
Keterangan
|
Fungsi
|
TD
|
Transmit
Data
|
Untuk mengirim data serial (TDX)
|
RD
|
Receive
Data
|
Untuk menerima data serial (RDX)
|
RTS
|
Request
To Send
|
Sinyal untuk menginformasikan modem
bahwa UART siap melakukan pertukaran data
|
CTS
|
Clear
To Send
|
Digunakan untuk memberitahukan bahwa
modem siap untuk melakukan pertukaran data
|
DSR
|
Data
Set Ready
|
Memberitahukan UART bahwa modem siap
untuk melakukan pertukaran data
|
CD
|
Carrier
Detect
|
Saat modem mendeteksi suatu “carrier” dari modem lain maka sinyal
ini akan diaktifkan
|
DTR
|
Data
Terminal Ready
|
Kebalikan dari DSR untuk
memberitahukan bahwa UART siap melakukan hubungan komunikasi
|
RI
|
Ring
Indicator
|
Akan aktif jika modem mendeteksi
adanya sinyal dering dari saluran telepon
|
DTE dalam menyampaikan datanya ke DCE akan menggunakan
salah satu cara di bawah ini :
a)
Asinkron
Dengan
penggunaan start/stop bit. Umum digunakan untuk terminal yang menerima data
dalam bentuk karakter dan yang laangsung berhubungan dengan manusia.
Kecepatannya biasanya tidak begitu tinggi.
b) Sinkron
Blok
data akan dikirimkan setelah terjadi sinkronisasi antara pengirim dan penerima.
Blok data umumnya berupa berita (teks) yang terdiri atas sejumlah karakter.
Kecepatannya tinggi.
c) Paket
Data
dikirimkan dalam bentuk paket yang terdiri atas sejumlah bit yang telah
ditentukan banyaknya. Sinkronisasi yang perlu dilakukan hanyalah untuk
menentukan awal dan akhir arus bit. Data merupakan arus bit dan bukan arus
karakter. Kecepatannya tinggi. Terminal ini digunakan bila computer
disambungkan ke jaringan data (data network).
2. Komputer
Komputer atau prosessor yang dibutuhkan
untuk system komunikasi data berbedan dengan prosesor untuk pengolah data.
Banyak computer dapat melayani kegiatan komunikasi data, asal saja perangkat
keras dapat mengambil alih tugas yang kurang dapat dikerjakan secara efisien
oleh prosesor tsb. Kebutuhan utama prosesor pada komunikasi data ialah mengolah
data yang dating secara cepat dalam system real-time.
3. Transmission Lines
Supaya data dapat diterima oleh penerima
diperlukan suatu media untuk membawa data tersebut. Medium tersebut dinamakan
Saluran Transmisi (transmission Lines). Pada dasarnya system transmisi dapat
membawa data secara listrik atau elektro optic dan melalui satu kanal
telekomunikasi. Kanal telekomunikasi merupakan saluran yang dipergunakan untuk
membawa data dari sumber ke penerima.
4. Modem
Singkatan dari Modulator – Demodulator,
sesuai dengan fungsinya yaitu melakukan modulasi (merubah pulsa biner menjadi
sinyal analog) dan demodulasi. Dalam komunikasi data selalu diperlukan sepasang
modem yang masing-masing dipasang di pemancar dan penerima.
Beberapa
standard yang digunakan pada modem:
·
V.21 Kecepatan
300bps, menggunakan 2-kawat dengan modulasi FSK
·
V.22 Kecepatan
1200bps, menggunakan 4-PSK, 2 kawat
·
V.22 bis kecepatan
1200 dan 2400bps, 2 kawat dengan modulasi 4-DSPK, 16-QAM
·
V.23 1200bps, FSK, 2
wire HDX, 2 wire
·
V.26 2400bps, 4-PSK,
4 wire
·
V.27 4800bps, 8-PSK,
4 wire
·
V.29 9600bps, 16QAM,
4 wire
·
V.32 9600bps,
32QAM/trellis, 2 wire
·
V.32 bis 14400bps,
48QAM, 4 wire
·
V.32 terbo 19, 200bps
256QAM, 4 wire
·
V.33 14, 400, 128 QAM
(trellis), 4 wire
·
V.34 28, 800bps, 4096
QAM, 4 wire
5. Multiplexer
Penggabungan 2 sinyal atau lebih untuk
disalurkan ke satu saluran komunikasi data sehingga terjadi efisiensi
penggunaan saluran komunikasi.
Dua
macam teknik multiplexing yang umum digunakan:
a) Frequency Division Multiplexing (FDM)
b) Time Division Multiplexing (TDM)
Beberapa alas an penggunaan multiplex:
·
Menghemat biaya
penggunaan saluran komunikasi
·
Memanfaatkan sumber
daya (resources) seefisien mungkin
·
Kapasitas terbatas
dari saluran komunikasi digunakan semaksimum mungkin
·
Karakteristik
permintaan kokmunikasi pada umumnya memerlukan penyaluran data dari beberapa
terminal ke titik yang sama
6. Concentrator
Merupakan antar muka sejumlah terminal
dengan saluran ke computer pusat. Digunakan sebagai pengganti ataupun
bersama-sama dengan multiplexer. Data yang diterima dikumpulkan dalam jumlah
tertentu, baru kemudian disalurkan secara bersamaan ke tujuan. Sehingga
Concentrator dapat membebaskan saluran komunikasi dari lalu lintas yang tidak
bermanfaat, dan membebaskan computer dari semua kegiatan yang berhubungan
dengan penyaluran berita tanpa salah (Error Free Messages).
Concentrator menampung sinyal dari
beberapa sumber dan menyalurkannya melalui saluran komunikasi bila saluran
tersebut bebas. Data ditampung terlebih dahulu sebelum dikirim keluar. Data
yang ditampung diproses terlebih dahulu sebelum dikirim keluar. Sekarang STDM
banyak melakukan tugas Concentrator yang amat bermanfaat ialah kemampuan
mendukung protocol yang mengikuti model OSI. Tugas Concentrator:
a. Line Servicing
Membentuk hubungan, identifikasi terminal, menentukan
kecepatan dan pelayanan yang dibutuhkan serta polling. Concentrator melakukan
polling hingga address tujuannya dapat diberikannya sendiri dan tidak perlu
dari host. Dengan cara ini host tidak perlu secara langsung berhubungan dengan
terminal. Concentrator hanya mengirimkan informasi yang penting saja ke host.
Untuk berita ke host, Concentrator akan menggabungkannya dengan berita lain
yang bertujuan sama. Berita dari terminal ke terminal yang berada dalam daerah
operasi concentrator akan dilayaninya sendiri. Concentrator dapat melakukan
fungsi store dan forward
b. Konversi kecepatan dan kode
Dalam jaringan komunikasi data terdapat berbagai macan
terminal yang beroperasi dengan berbagai kecepatan dan format kode.
Concentrator dapat mendeteksi sinyal masuk dan mengetahui kecepatannya. Kode
dan kecepatannya akan dikonversikan sesuai dengan kebutuhan baik untuk
komunikasi antar terminal maupun ke host.
c. Meratakan traffic
Karena adanya memory yang dapat digunakan untuk menyimpan
data. Concentrator dapat meratakan traffic dalam arti menggunakan salruna
secara effisien. Mode store and forward berguna untuk hal ini karena tiap
terminal tetap dapat mengirimkan datanya walaupun pihak yang ditujunya masih
sibuk. Data yang dikirimkan akan disimpan untuk sementara waktu dan dikirimkan
ke tujuan bilamana tempat yang dituju bebas.
d. Error control
Data yang masuk dapat diperiksa keandalannya dan juga
pemberian kode untuk pengiriman data ke host computer. Ia dapat melayani
permintaan pengulangan pengiriman data karena adanya kesalahan kegiatan ini
dapat dilakukan guna membebaskan host computer dari tugas-tugas ini yang cukup
memerlukan processing time.
DAFTAR PUSTAKA
No comments:
Post a Comment